Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Merupakan obyek wisata yang paling populer dan sering dikunjungi oleh para wisatawan,baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara. Faktor sejarah membuat orang banyak yang datang ke Kraton Yogyakarta ini. Selain itu juga budaya etnik jawa yang masih sangat dijunjung tinggi menjadikan daya tarik tersendiri untuk wisatawan berkunjung. Sebab, Kraton ini merupakan salah satu kerajaan di Indonesia yang masih terjaga eksistensinya dan terbilang kerajaan terbesar yang masih aktif di Indonesia.

Banyak benda-benda peninggalan dalam Kraton yang banyak menyimpan cerita sejarah yang berguna untuk tujuan penelitian dan referensi yang berguna pengetahuan generasi penerus bangsa. Benda-benda tersebut seperti perpustakaan yang menyimpan naskah kuno, pusaka kerajaan dan museum foto yang menyimpan koleksi foto raja-raja di Yogyakarta, keluarga dan kerabatanya. Upacara tradisional pun secara rutin dilaksanakan untuk melestarikan kebudayaan leluhur seperti jamasan ( memandikan pusaka dan kereta kerajaan ) dan Grebeg Maulud.

Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang lebih dikenal dengan nama Keraton Yogyakarta merupakan museum hidup bagi kebudayaan Jawa yang berada di Yogyakarta dan menjadi pusat perkembangan kebudayaan Jawa. Para wisatawan dapat menyaksikan dan belajar secara langsung bagaimana budaya jawa tersebut dijaga dan dilestarikan di Keraton Yogyakarta. Kraton Yogyakarta dibangun Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755 , beberapa bulan setelah penandatanganan Perjanjian Giyanti. Kraton Yogyakarta didirikan dan menjadi garis imajiner yang merupakan garis lurus yang menghubungkan Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis.

Untuk mengunjungi Keraton Yogyakarta terdapat dua loket pintu masuk yaitu yang pertama di Tepas Keprajuritan ( Depan Alun-alun Utara ) dan pintu kedua terdapat di Tepas Pariwisata ( Regol Keben ). Harga tiket masuk Keraton Yogyakarta pun sangatlah terjangkau untuk ukuran wisata sejarah apalagi sebuah Istana Raja. Bagi wisatawan lokal atau domestik berusia dewasa akan dikenai tarif tiket masuk Keraton Yogyakarta sebesar Rp7.000. Begitu pula dengan wisatawan lokal yang masih berusia anak-anak juga dikenakan tarif yang sama. Sementara itu untuk wisatawan asing atau mancanegara berusia dewasa dikenai harga tiket masuk Keraton Yogyakarta sebesar Rp 15.000. Untuk wisatawan yang membawa kamera akan dikenakan biaya tambahan Rp 1.000. Jika anda memasuki Keraton dari pintu pertama maka para wisatawan sebatas dapat memasuki Bangsal Pagelaran dan Siti Hinggil dan melihat beberapa koleksi kereta dari Kraton Yogyakarta. Sedangkan bila wisatawan masuk dari Tepas Pariwisata maka dapat menelusuri dan memasuki kompleks Sri Manganti dan Kedathon yang terdapat Bangsal Kencono yang merupakan Balairung Utama di Kraton Yogyakarta. Jarak antara loket yang pertama dan yang kedua dapat ditempuh dengan jalan kaki atau naik becak karena melewati Jalan Rotowijayan

Setelah anda berhasil memasuki Kraton , anda akan melihat aktivitas beberapa abdi dalem yang bertugas di dalam Kraton. Anda juga dapat mengamati dan melihat koleksi barang-barang Kraton yang terpajang atau memang berada di tempat tersebut. Ada beberapa koleksi barang-barang peninggalan dari Kraton yang disimpan dalam kotak kaca di berbagai ruangan dalam Kraton seperti : keramik dann pecah belah, miniatur atau replika, foto, senjata dan beberapa jenis batik dan diorama dari proses pembuatannya. Pada hari hari tertentu dan sudah terjadwal, wisatawan dapat melihat pertunjukan seni yang diadakan di Kraton Yogyakarta. Pertunjukan seni tersebut seperti macapat, wayang kulit, wayang golek dan tari-tarian. Untuk melihat pertunjukan seni tersebut, anda tidak perlu mengeluarakan biaya tambahan.

Selanjutnya anda dapat menyelusuri kompleks Keraton selanjutya dengan memasuki Museum Batik yang pernah diresmikan oleh Sri Sultan HB X pada tahun 2005. Dalam museum tersebut, anda akan banyak melihat beberapa koleksi batik dan peralatan yang digunakan dalam membatik semasa kepemimpinan Sultan HB VIII hingga Sultan HB X. Di dalam muuseum ini juga terdapat benda-benda yang merupakan hadiah dari sejumlah pengusaha batik di Yogyakarta maupun dari daerah lain.

Setelah anda selesai menyusuri dan menikmati keindahan dalam Kraton maka tibalah saatnya melangkahkan kaki keluar melewati pintuu regol atau gerbang. Dalam perjalanan menuju tempat parkir kendaraaan, anda akan dapat melihat papa nama yang menawarkan kursus atau kelas untuk belajar kesenian jawa yaitu kelas : macapat, nembang, menari klasik, belajar mendalang serta menulis dan membaca huruf jawa. Kalau anda tertarik untuk belajar kesenian jawa maka anda dapat menindak lanjuti penawaran tersebut.

Keraton Yogyakarta buka setiap hari Senin – Minggu apakah itu weekdays, weekendataupun hari libur. Namun ada perkecualian untuk hari Jumat karena Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat hanya buka empat jam saja, yakni mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB saja.Hal ini dikarenakan waktu sholat Jumat yang tepat dimulai pada tengah hari sehingga Keraton Yogyakarta ditutup. Para abdi dalem Istana akan melaksanakan sholat Jumat sehingga tidak ada penjagaan sekitar Keraton Yogyakarta.

 Raden Muhammad Alfath Bagas / 170421805 / AKPARDA Yogyakarta 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.